Belanja produk fashion original hingga kecantikan dan terlengkap di ZALORA. Dapatkan diskon hingga penawaran harga murah khusus untukmu!
Istilah kalcer belakangan ini semakin sering terdengar dalam percakapan sehari-hari, terutama di media sosial dan kalangan anak muda. Kata ini kerap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dianggap “paham tren”, punya referensi luas, atau terlihat nyambung dengan berbagai fenomena budaya populer. Meski terdengar familiar, tidak sedikit yang masih bertanya-tanya tentang arti sebenarnya dari istilah kalcer dan bagaimana penggunaannya dalam konteks yang tepat.
Menariknya, kalcer bukan sekadar label atau gaya bicara semata. Istilah ini punya makna yang lebih luas dan berkaitan erat dengan cara seseorang memahami, menikmati, serta mengekspresikan budaya di sekitarnya. Mulai dari musik, film, fashion, hingga kebiasaan sehari-hari, semua bisa menjadi bagian dari pembahasan kalcer. Artikel ini akan mengajakmu mengenal lebih dalam pengertian istilah kalcer, asal-usulnya, serta bagaimana kata ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Yuk, simak selengkapnya mengenai pengertian istilah kalcer berikut ini!
Baca Juga : 15 Inspirasi Retro Style yang Timeless, Kembali Ngetrend!
Pengertian Istilah Kalcer
Istilah kalcer cukup akrab di telinga generasi Z dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, baik di dunia nyata maupun media sosial. Kata ini diadaptasi dari bahasa Inggris culture yang berarti budaya. Secara garis besar, kalcer adalah kata yang merujuk pada kelompok dengan ciri khas tertentu. Terutama dari segi gaya berpakaian dan kebiasaan hidup yang merepresentasikan budaya di lingkungan mereka. Salah satu contoh yang kerap disebut adalah anak Jaksel (Jakarta Selatan) dengan gaya berpakaian oversize, dan pilihan sepatu seperti Adidas Samba. Serta kebiasaan menggunakan Vespa matic sebagai bagian dari identitas gaya mereka.
Dalam kesehariannya, anak kalcer sering disandingkan dengan anak skena karena dianggap memiliki kemiripan gaya oleh sebagian Gen Z. Keduanya kerap tampil dengan item fashion seperti kaos hitam bermotif, celana kargo, serta sepatu boots seperti Docmart. Aksesori yang digunakan pun cenderung simple, mulai dari kalung, cincin, hingga tote bag polos yang melengkapi penampilan.
Pemaknaan istilah kalcer sendiri sebenarnya cukup subjektif. Sebutan ini biasanya muncul dari sudut pandang kelompok atau individu tertentu, kemudian menyebar dan diterima oleh kelompok lain. Tak heran jika kalcer sering menjadi bahan obrolan hangat di kalangan Gen Z, khususnya di lingkungan anak hits Jaksel. Anak kalcer kerap dianggap memiliki karakter unik dan nyentrik karena gaya berpakaiannya terlihat berbeda dan tidak mengikuti arus utama.
Hal lain yang membedakan anak kalcer dari anak skena adalah kebiasaan dalam menghabiskan waktu. Anak kalcer dikenal gemar berlama-lama di kedai kopi artisan atau coffee shop dengan konsep tertentu. Tempat ini dijadikan ruang untuk mengerjakan tugas, bekerja, membaca buku, atau sekadar nongkrong santai. Laptop dengan tempelan stiker beragam hampir menjadi atribut wajib yang selalu dibawa. Saat berada di kafe, mereka cenderung fokus pada aktivitas masing-masing dan tidak terlalu terpengaruh oleh hiruk pikuk sekitar.

Source: ZALORA
Dari sisi penampilan, anak kalcer identik dengan busana bernuansa hitam atau warna-warna netral yang terlihat effortless namun tetap berkarakter. Pilihan alas kaki pun sering jatuh pada sneakers favorit seperti Adidas Samba, Nike Dunk Low, New Balance 530, dan model sejenis lainnya. Tak sedikit pula yang memiliki tato berukuran kecil di area lengan atau kaki, yang dianggap sebagai bentuk ekspresi diri, identitas personal, sekaligus kecintaan terhadap seni dan budaya.
Baca Juga : Apa Itu Kalcer Style? Intip Inspirasi Kalcer Style ala Gen Z
Cara Menjadi Anak Kalcer
Jadi anak kalcer itu bukan soal sok paling tahu atau harus kelihatan paling update di segala hal. Intinya justru ada di selera dan cara menikmati budaya itu sendiri. Paham mana yang sedang ramai, mana yang memang relevan dan seru untuk diri sendiri, lalu memilih dengan sadar. Tidak semua tren wajib diikuti, karena yang paling penting justru bagaimana selera personal terbentuk dan memiliki ciri khas. Selera yang kuat dan otentik adalah kunci utama agar terlihat kalcer tanpa perlu dipaksakan.
1. Ikut Update Musik dan Film
Mendengarkan lagu populer itu sah-sah saja, tapi dunia musik jauh lebih luas dari sekadar playlist Top 50. Coba buka diri ke genre lain, cari musisi indie yang sedang naik, atau dengarkan album yang jarang dibahas tapi memiliki kualitas bagus. Hal yang sama berlaku pada film. Selain film box office, film festival atau karya underrated sering kali menawarkan cerita dan sudut pandang yang lebih segar. Anak kalcer biasanya memiliki referensi yang lebih luas dan tidak terpaku pada arus utama saja.
2. Paham Streetwear dan Permainan Fashion
Soal fashion, tidak ada keharusan memakai brand mahal atau hype dari kepala sampai kaki. Yang lebih penting adalah cara memadukan outfit dan pesan yang ingin disampaikan lewat gaya berpakaian. Mix and match item lokal, vintage, atau basic pieces justru bisa membuat penampilan lebih menarik dan personal. Banyak figur publik seperti Pharrell Williams atau Tyler, The Creator yang dikenal karena selera fashion dan musiknya yang unik, berani, tapi tetap jujur dengan diri sendiri. Di sisi lain, brand lokal seperti Pot Meets Pop atau Oldblue Co. juga sering jadi referensi anak kalcer untuk streetwear yang fresh dan berkarakter.
3. Melek Meme dan Bahasa Gaul
Budaya internet memiliki peran besar dalam dunia kalcer. Meme, slang, dan istilah baru di media sosial terus berkembang dengan cepat. Memahami konteks meme yang sedang viral atau bahasa gaul yang sering dipakai bikin obrolan terasa lebih relevan. Bukan sekadar ikut-ikutan, tapi paham makna di baliknya dan tahu kapan waktu yang tepat buat menggunakannya.
4. Bisa Berbaur di Banyak Circle, Wawasan Jadi Modal Utama
Anak kalcer biasanya fleksibel dan bisa masuk ke berbagai lingkungan. Obrolan bisa mengalir. Semakin luas wawasan dan referensi, semakin mudah beradaptasi di banyak circle. Supaya insight tetap tajam, jangan cuma mengandalkan scroll media sosial. Sesekali baca portal berita, ikut diskusi di forum, atau pantau obrolan di platform X yang penuh opini dan seringkali membuka perspektif baru.
Baca Juga : Inspirasi Gothic Style Anti Mainstream dan Unik
Nah, itulah pengertian istilah kalcer dan beberapa cara menjadi anak kalcer. Apakah kamu termasuk?
Mau cari berbagai pakaian trendy dan berkualitas dengan harga terjangkau? Cek koleksi selengkapnya hanya di ZALORA! Dapatkan promo spesial yang menarik untukmu!

Penulis: Fitrian Nurentama



