Belanja produk fashion original hingga kecantikan dan terlengkap di ZALORA. Dapatkan diskon hingga penawaran harga murah khusus untukmu!
Pernah merasa wajahmu tampak lebih putih dan mulus hanya dalam beberapa hari setelah memakai skincare baru? Sekilas memang terlihat seperti hasil yang diinginkan, tapi kalau efeknya muncul terlalu cepat, ZALORAns patut waspada. Bisa jadi itu bukan tanda kulitmu cocok dengan produk tersebut, melainkan pertanda adanya kandungan berbahaya seperti merkuri. Zat ini sering digunakan secara ilegal dalam produk pemutih wajah yang menjanjikan hasil instan, padahal efeknya justru bisa sangat berbahaya bagi kesehatan kulit dan tubuh.
Merkuri bekerja dengan cara menghambat pembentukan melanin di kulit, yaitu pigmen alami yang memberi warna pada kulit sekaligus melindunginya dari sinar matahari. Akibatnya, kulit memang tampak lebih cerah dalam waktu singkat, tapi di balik itu, lapisan pelindung kulit justru perlahan rusak. Penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan berbagai masalah serius seperti iritasi, kulit menipis, jerawat parah, flek hitam, hingga kerusakan permanen pada organ dalam seperti ginjal dan hati.
Masalahnya, banyak orang tidak sadar bahwa mereka sedang menggunakan produk bermerkuri. Karena kemasannya terlihat menarik, hasilnya cepat, dan bahkan diklaim sebagai “skincare alami.” Maka dari itu, penting untuk mengenali ciri-ciri wajah yang terkena merkuri agar ZALORAns bisa segera menghentikan penggunaannya dan menyelamatkan kulitmu sebelum terlambat.
Yuk, kita bahas lebih dalam bagaimana ciri-ciri wajah yang terkena merkuri berikut ini!
Baca Juga : Tips Cara Memperbaiki Skin Barrier agar Kulit Kembali Sehat
Ciri-Ciri Wajah yang Terkena Merkuri
Ciri-ciri wajah yang terkena merkuri umumnya adalah tampilan kulit yang tampak lebih tipis dan sensitif. Selain itu, mudah merah iritasi dan terasa perih atau terbakar, kering mengelupas. Serta bercak kehitaman atau abu‑abu kebiruan yang menetap. Kasus hiperpigmentasi ini dapat menyerupai exogenous ochronosis dan kadang tampak pembuluh darah halus telangiectasia karena lapisan kulit melemah. Kondisi ini sering memburuk saat terpapar matahari sehingga wajah terlihat “kusam bernoda” meski awalnya sempat tampak lebih putih.
Berbagai efek iritasi dan perubahan pigmentasi dari paparan senyawa merkuri pada kulit telah lama diperingatkan oleh otoritas kesehatan seperti WHO dan regulator obat/kosmetik seperti FDA serta BPOM. Namun, memang banyak orang yang masih saja menggunakan krim pemutih wajah bermerkuri. Yuk, simak berbagai ciri – cirinya berikut ini.
1. Munculnya Ruam pada Kulit
Salah satu tanda awal kulit yang terpapar merkuri adalah timbulnya ruam kemerahan. Ruam ini sering kali disertai rasa gatal atau perih setelah menggunakan suatu produk kosmetik. Jika ZALORAns mengalami hal seperti ini, sebaiknya segera hentikan pemakaian dan curigai adanya kandungan merkuri di dalam produk tersebut. Karena reaksi tersebut bisa menjadi tanda awal keracunan kulit.
2. Perubahan Warna Kulit yang Tidak Wajar
Krim bermerkuri umumnya menargetkan mereka yang menginginkan kulit putih secara instan. Memang, warna kulit bisa tampak lebih cerah dalam waktu singkat, tetapi hasil ini justru menjadi sinyal bahaya. Warna kulit yang terlalu putih, bahkan pucat, menandakan adanya kerusakan pada sel-sel kulit. Merkuri bekerja dengan cara menghambat produksi melanin, pigmen alami yang memberi warna sekaligus melindungi kulit dari paparan sinar UV. Akibatnya, kulit kehilangan rona alaminya dan tampak tidak sehat.
3. Muncul Sensasi Mati Rasa di Area Wajah
Ciri lain yang sering terjadi adalah rasa kebas atau mati rasa di bagian wajah. Gejala ini muncul karena merkuri dapat merusak sistem saraf, terutama jika digunakan dalam jangka waktu lama. Jika ZALORAns merasakan wajah seperti tidak memiliki sensasi setelah memakai skincare tertentu, itu bisa menjadi pertanda serius bahwa kulitmu telah terpapar merkuri.
4. Kulit Mengalami Iritasi
Paparan merkuri juga bisa menyebabkan kulit mengalami iritasi yang ditandai dengan rasa perih, panas, atau gatal berlebihan. Ini adalah bentuk reaksi alami kulit yang menolak zat berbahaya. Jika iritasi ini terus dibiarkan, kulit bisa menjadi semakin sensitif dan mudah rusak.
5. Kulit Mengelupas dan Menipis
Beberapa produk bermerkuri sering kali menampilkan efek kulit mengelupas sebagai tanda bahwa produk mereka bekerja. Padahal, kondisi ini menandakan lapisan pelindung kulit sedang rusak. Kulit wajah yang mengelupas karena merkuri akan menjadi sangat tipis, kering, dan terlihat bersisik. Jika terus digunakan, dampaknya bisa merembet hingga ke organ tubuh bagian dalam dan meningkatkan risiko gagal ginjal, insomnia, hingga gangguan pernapasan.
6. Timbul Bercak atau Noda Hitam di Wajah
Meskipun kulit terlihat putih pucat, paparan merkuri justru bisa menyebabkan munculnya bercak kehitaman di wajah (hiperpigmentasi). Hal ini disebabkan oleh meningkatnya sensitivitas kulit terhadap sinar matahari akibat berkurangnya melanin. Paparan sinar matahari yang berlebihan kemudian memicu produksi melanin secara tidak merata, sehingga muncul noda-noda gelap di permukaan kulit.
7. Kulit Mudah Berjerawat
Kerusakan pada lapisan pelindung kulit juga membuat wajah lebih rentan terhadap infeksi bakteri penyebab jerawat. Saat masih menggunakan krim bermerkuri, ZALORAns mungkin tidak melihat adanya jerawat karena kandungan merkuri menekan aktivitas bakteri. Namun, begitu kamu berhenti memakainya, jerawat kecil biasanya akan mulai bermunculan. Ini terjadi karena struktur kulit sudah rusak dan menjadi sangat sensitif.
Baca juga : Cara Memutihkan Kulit Dalam 3 Hari, Ampuh dan Efektif!
Cara Mengatasi Wajah yang Terkena Merkuri
1. Hentikan Penggunaan Produk yang Mengandung Merkuri
Langkah pertama dan paling mendesak adalah berhenti total menggunakan produk yang dicurigai mengandung merkuri. Jangan mencoba menghabiskan produk atau memadukannya dengan skincare lain. Paparan merkuri yang berkelanjutan hanya akan memperburuk kondisi kulit dan meningkatkan risiko kerusakan organ dalam seperti ginjal dan saraf. Setelah menghentikan pemakaian, sebaiknya buang produk tersebut dengan aman agar tidak digunakan lagi, bahkan oleh orang lain.
2. Bersihkan Wajah dengan Lembut

Source: ZALORA
Setelah menghentikan produk bermerkuri, kulitmu mungkin sedang berada dalam kondisi sangat sensitif. Karena itu, hindari penggunaan sabun wajah atau pembersih dengan kandungan alkohol, parfum, atau bahan aktif yang keras seperti AHA/BHA. Gunakan gentle cleanser dengan pH seimbang dan formula ringan, misalnya yang mengandung ceramide, panthenol, atau aloe vera. Bersihkan wajah dua kali sehari secara lembut tanpa menggosok terlalu keras agar kulit tidak semakin iritasi.
3. Bilas dengan Air Bersih dan Suhu Normal
Pastikan wajah dibilas menggunakan air bersih dengan suhu normal (tidak panas). Air panas bisa memperburuk peradangan dan membuat kulit semakin kering. Jika kamu tinggal di area dengan air yang terlalu keras (mengandung banyak mineral), pertimbangkan menggunakan air mineral atau air matang untuk membilas wajah. Agar lebih aman bagi kulit yang sedang rusak.
4. Gunakan Pelembab Ringan untuk Menenangkan Kulit

Source: ZALORA
Setelah kulit dibersihkan, segera aplikasikan pelembab dengan tekstur ringan dan bebas dari bahan iritan. Pilih pelembab yang mengandung bahan-bahan menenangkan seperti panthenol, centella asiatica, ceramide, atau hyaluronic acid. Pelembab berfungsi menjaga kadar air di kulit, mengembalikan fungsi skin barrier yang rusak, dan membantu mengurangi sensasi perih atau kering. Hindari penggunaan produk dengan kandungan pemutih, retinol, atau exfoliating acid untuk sementara waktu.
5. Kompres Dingin untuk Meredakan Peradangan
Jika kulit terasa panas, gatal, atau meradang, lakukan kompres dingin untuk menenangkannya. Gunakan kain lembut atau handuk bersih yang dibasahi air dingin, lalu tempelkan secara perlahan di area yang terasa tidak nyaman selama 5–10 menit. Kompres dingin membantu mengurangi peradangan, menenangkan kulit, dan memperlambat rasa perih akibat kerusakan jaringan kulit. Hindari penggunaan es batu langsung ke kulit karena bisa memperparah iritasi.
6. Hindari Paparan Sinar Matahari Secara Langsung

Source: ZALORA
Kulit yang terkena merkuri biasanya sangat sensitif terhadap cahaya matahari. Oleh karena itu, hindari keluar rumah pada jam-jam terik (sekitar pukul 10.00–15.00). Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 dan kandungan zinc oxide atau titanium dioxide yang bersifat physical barrier. Jangan lupa reapply setiap 3–4 jam sekali agar perlindungan tetap optimal. ZALORAns juga bisa memakai topi lebar atau masker wajah kain untuk perlindungan tambahan.
7. Konsultasikan dengan Dokter Kulit
Jika setelah beberapa hari kondisi kulit masih terasa perih, gatal, atau muncul gejala lebih parah seperti pembengkakan, ruam menyebar, atau bercak hitam membandel, segera konsultasikan dengan dokter kulit. Dokter dapat melakukan pemeriksaan mendalam untuk memastikan sejauh mana kerusakan yang terjadi dan memberikan terapi medis yang sesuai. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan meresepkan krim pereda iritasi, obat anti radang, atau perawatan detoksifikasi untuk membantu mengeluarkan sisa merkuri dari tubuh.
Baca juga : Rekomendasi Body Oil Terbaik untuk Menghidrasi Kulit
Nah, itulah beberapa ciri-ciri wajah yang terkena merkuri serta cara menanganinya. Menangani wajah yang terkena merkuri memang membutuhkan kesabaran dan perawatan yang konsisten. Proses pemulihan bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, tergantung tingkat kerusakan kulit.
Mau cari berbagai produk skincare lengkap dengan harga terjangkau? Cek koleksi selengkapnya hanya di ZALORA! Dapatkan promo spesial yang menarik untukmu!

Penulis: Fitrian Nurentama



