permainan tradisional asli indonesia

Mengenal Kembali Ragam Permainan Tradisional Asli Indonesia

Belanja produk fashion original hingga kecantikan dan terlengkap di ZALORA. Dapatkan diskon hingga penawaran harga murah khusus untukmu! 

Di tengah gempuran gadget dan permainan modern, permainan tradisional Indonesia tetap memiliki daya tarik yang tak tergantikan. Setiap daerah di Nusantara memiliki permainan khas yang bukan hanya sekedar hiburan, tetapi juga sarana melatih ketangkasan, kreativitas, dan kebersamaan. Dari Sabang sampai Merauke, anak-anak zaman dulu akrab dengan permainan seperti congklak, engklek, bentengan, hingga egrang yang semuanya memiliki filosofi dan nilai budaya masing-masing.

Permainan tradisional ini lahir dari kearifan lokal, menggunakan peralatan sederhana yang memanfaatkan alam sekitar, namun mampu menciptakan kegembiraan luar biasa. Lebih dari sekedar bermain, di dalamnya terkandung nilai gotong royong, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa. Inilah warisan leluhur yang sebaiknya kita kenalkan kembali pada generasi muda, agar mereka tidak melupakan akar budaya sendiri.

Apa saja permainan tradisional yang ZALORAns tahu? Yuk, kenali beberapa ragam permainan tradisional asli Indonesia berikut ini!

Baca juga : Daftar Oleh-Oleh Khas Jakarta Wajib Coba!

Ragam Permainan Tradisional Asli Indonesia

1. Cublak-Cublak Suweng

Source: Pinterest

Permainan khas Jawa Tengah ini seru dimainkan beramai-ramai. Jumlah pemain minimal tiga orang dan alatnya hanya butuh kerikil atau benda kecil lain yang muat digenggam. Cara mainnya, satu pemain membungkuk menghadap tanah menjadi penebak, sedangkan pemain lain meletakkan tangan di punggungnya. Sambil bernyanyi lagu “Cublak Cublak Suweng”, para pemain mengoper kerikil bergantian secara rahasia. 

Begitu lagu selesai, pemain terakhir yang memegang kerikil akan menggenggamnya dan penebak harus menebak siapa yang menyembunyikannya. Permainan ini mengajarkan ketelitian dan melatih kerja sama.

2. Petak Umpet

Source: Pinterest

Siapa tak kenal petak umpet? Permainan klasik ini seru dimainkan di halaman rumah atau lapangan. Dibutuhkan minimal tiga pemain. Satu orang menjadi penjaga, sementara lainnya bersembunyi. Penjaga menutup mata dan menghitung hingga angka tertentu, biasanya 10, lalu mencari teman-temannya. 

Pemain yang bersembunyi harus cerdik dan cepat, karena jika penjaga lengah, mereka bisa lari ke pos sambil berteriak “inglo” agar selamat. Penentuan siapa yang menjadi penjaga biasanya dilakukan dengan hompimpa. Permainan ini mengasah kecepatan, strategi, sekaligus menciptakan momen seru penuh tawa.

3. Bola Bekel

Source: Pinterest

Bola bekel mungkin terlihat mudah, tapi sebenarnya butuh koordinasi tangan dan konsentrasi tinggi. Peralatan yang dibutuhkan berupa bola kecil dan enam biji bekel. Pemain memantulkan bola, lalu dengan cepat mengambil biji bekel sesuai urutan level permainan, mulai dari satu biji hingga keenamnya sekaligus. Permainan yang sudah ada sejak dulu ini sangat melatih ketangkasan dan kecepatan berpikir. Meski tergolong jadul, bola bekel tetap seru dimainkan dimana saja.

4. Gundu atau Kelereng

Source: Pinterest

Gundu adalah bola kaca kecil yang dulunya jadi favorit anak-anak laki-laki. Cara mainnya, kelereng disusun di tanah, lalu pemain harus menyentil kelereng miliknya ke arah kelereng lawan. Jika mengenai, kelereng lawan menjadi miliknya. Permainan ini akan semakin menantang jika dimainkan ramai-ramai dengan berbagai variasi aturan. Sayangnya, permainan ini kini mulai jarang ditemui. Kalau ZALORAns masih punya kelereng di rumah, jangan cuma disimpan, yuk mainkan dan ajarkan ke adik atau keponakanmu!

5. Lompat Tali Karet

Source: Pinterest

Lompat tali menggunakan rangkaian karet yang disambung panjang. Minimal tiga orang dibutuhkan untuk memainkannya, dua orang memegang tali, sedangkan yang lain melompat. Tinggi tali dinaikkan bertahap mulai dari pergelangan kaki hingga di atas kepala. Pemain harus melompat dengan tepat, jika gagal, harus mengulang dari level awal. Yang menang biasanya berhak memberi tantangan seru pada yang kalah. Selain menyenangkan, permainan ini melatih ketangkasan tubuh dan kekompakan.

Baca juga : Ide Kata Kata Hujan Turun Indah dan Menyentuh

6. Congklak

Source: Pinterest

Congklak dikenal di hampir seluruh Indonesia. Permainannya memakai papan kayu berlubang 16 dan biji kerang kecil. Dua orang bermain secara bergantian, mengisi biji ke setiap lubang searah jarum jam. Pemain yang mengumpulkan biji terbanyak di lumbungnya adalah pemenangnya. Congklak melatih strategi, ketelitian, dan berhitung, sehingga bermanfaat juga untuk perkembangan kognitif anak.

7. Egrang

Source: Pinterest

Egrang adalah permainan yang membutuhkan keseimbangan dan keberanian. Terbuat dari dua tongkat bambu panjang yang diberi pijakan di tengahnya. Pemain harus naik ke atasnya lalu berjalan. Tidak mudah, tapi sangat seru! Karena berisiko jatuh, pemula sebaiknya belajar dengan bimbingan orang yang sudah mahir. Permainan ini melatih motorik, koordinasi, dan kepercayaan diri.

8. Gobak Sodor (Benteng Sodor)

Source: Pinterest

Gobak sodor dimainkan berkelompok, minimal dua orang per tim. Tujuannya, menembus pertahanan lawan tanpa tersentuh sambil menjaga “benteng” tim sendiri. Kecepatan dan strategi sangat dibutuhkan di permainan ini. Aktivitas ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga melatih kerja sama dan daya tahan fisik.

9. Ular Naga Panjang

Source: Pinterest

Permainan ini seru dimainkan ramai-ramai di lapangan. Minimal tujuh orang dibutuhkan. Dua pemain menjadi penjaga, sementara lainnya berbaris memegang pundak teman di depannya, membentuk “ular naga”. Mereka berkeliling melewati penjaga sambil menyanyikan lagu ular naga. Saat lagu berhenti, penjaga menangkap salah satu pemain. Permainan ini menumbuhkan keceriaan, kekompakan, dan keakraban.

10. Engklek

Source: Pinterest

Engklek adalah permainan melompat di atas kotak-kotak yang digambar dengan kapur di lantai. Biasanya terdiri dari sembilan kotak. Pemain harus melompat dengan satu kaki, menaruh batu di kotak yang dituju, lalu melanjutkan lompatan tanpa jatuh. Jika jatuh atau salah langkah, gilirannya berakhir. Permainan ini ada hampir di seluruh Indonesia dengan nama berbeda-beda dan sampai sekarang masih populer di kalangan anak-anak.

11. Boi-boian

Source: Radar Jogja

Boi-boian merupakan salah satu permainan tradisional khas Indonesia yang tergolong sederhana namun seru untuk dimainkan. Menariknya, nama permainan ini konon berasal dari panggilan nama seorang anak laki-laki “Boy” yang sering terdengar saat permainan ini dilakukan, sehingga akhirnya dikenal dengan sebutan boi-boian.

Cara memainkannya pun tidak rumit, sehingga cocok dimainkan oleh anak-anak di berbagai usia. Permainan ini dilakukan secara berkelompok. Aturannya, salah satu tim melempar bola kecil ke arah tumpukan genteng pecah atau batu pipih yang sudah disusun menjadi menara kecil. Setelah tumpukan tersebut roboh, kelompok lawan harus berusaha menyusun kembali pecahan genteng hingga rapi tanpa ada yang tersisa. Pada saat yang sama, mereka juga harus gesit menghindari serangan bola yang dilemparkan oleh tim lawan.

Baca juga : Rekomendasi Oleh Oleh Khas Bandung Menarik

Di tengah era digital yang serba modern, ragam permainan tradisional asli Indonesia ini layak dilestarikan agar generasi muda tetap mengenal akar budaya bangsa. Sekaligus, memperoleh manfaatnya untuk melatih fisik, sosial, dan mental.

Mari kita hidupkan kembali semangat bermain permainan tradisional bersama anak, keluarga, dan teman-teman di lingkungan sekitar. Dengan begitu, tidak hanya keseruan yang kita dapatkan, tetapi juga kebersamaan dan kenangan indah yang sulit tergantikan.

Mau cari berbagai sepatu anak model terbaru dan berkualitas dengan harga terjangkau? Cek koleksi selengkapnya hanya di ZALORA! Dapatkan promo spesial yang menarik untukmu!

Penulis: Fitrian Nurentama