Ketahui Perbedaan Push Up Bra dan Bra Biasa by ZALORA

Ketahui Perbedaan Push Up Bra dan Bra Biasa by ZALORA

Belanja produk fashion original hingga kecantikan dan terlengkap di ZALORA. Dapatkan diskon hingga penawaran harga murah khusus untukmu!

  

Memilih bra bukan cuma soal ukuran yang pas, tetapi juga tentang bentuk, fungsi, dan hasil akhir yang ingin didapatkan saat mengenakannya. Ada bra yang dibuat untuk memberikan kenyamanan sehari-hari, ada pula yang dirancang untuk membantu membentuk tampilan payudara agar terlihat lebih terangkat dan berisi. Salah satu yang sering dibandingkan adalah push up bra dan bra biasa.

Sekilas keduanya memang terlihat mirip. Namun jangan salah, konstruksi cup, bantalan, bentuk, hingga efek saat dipakai bisa berbeda. Push up bra biasanya memiliki bantalan tambahan pada area tertentu untuk memberikan efek mengangkat dan mendekatkan payudara. Sedangkan bra biasa umumnya lebih mengutamakan bentuk natural dan kenyamanan.

Lantas, apa saja perbedaannya dan mana yang lebih cocok untuk kebutuhanmu? Yuk, kenali perbedaan push up bra dan bra biasa agar ZALORAns tidak keliru memilih dan bisa mendapatkan bra yang sesuai dengan bentuk tubuh maupun aktivitas sehari-hari.

Baca Juga : Cara Menentukan Ukuran Bra dan Tips Memilihnya

Perbedaan Bra Biasa dengan Push Up Bra

Meski sama-sama berfungsi sebagai pakaian dalam untuk menopang payudara, bra biasa dan push up bra memiliki konstruksi serta tujuan penggunaan yang berbeda. Perbedaannya bukan hanya terlihat dari bentuk cup, tetapi juga dari bantalan, efek yang diberikan, hingga situasi kapan bra tersebut paling nyaman digunakan.

Supaya tidak salah pilih, yuk kenali perbedaannya satu per satu!

Bentuk dan Fungsi

Source: ZALORA Indonesia – Luludi

Perbedaan paling mudah ditemukan ada pada bentuk dan fungsi utama. Bra biasa pada dasarnya dibuat untuk memberikan penyangga sekaligus membantu menjaga bentuk payudara agar tetap nyaman selama beraktivitas. Modelnya sangat beragam, mulai dari bra dengan kawat maupun tanpa kawat, dengan padding maupun tanpa padding.

Bentuk cup-nya pun tersedia dalam berbagai pilihan. Ada model half cup yang memiliki cakupan lebih rendah, hingga full cup yang menutupi area payudara dengan lebih menyeluruh. Pilihan tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan, bentuk tubuh, maupun pakaian yang akan dikenakan.

Source: ZALORA Indonesia – Marks & Spencer

Sementara itu, push up bra memiliki desain yang lebih berfokus pada efek mengangkat dan membentuk payudara. Umumnya, terdapat bantalan tambahan pada bagian bawah atau sisi cup. Posisi bantalan tersebut membantu mendorong payudara ke arah atas dan tengah sehingga tampak lebih terangkat dan berisi. Beberapa model push up bra juga menggunakan kawat atau underwire untuk memberikan struktur dan penyangga tambahan.

Kombinasi antara bentuk cup, bantalan, dan kawat inilah yang menciptakan efek push up. Jadi, jika bra biasa lebih menonjolkan kenyamanan dan dukungan untuk penggunaan sehari-hari, push up bra lebih ditujukan untuk memberikan efek bentuk yang lebih terangkat, penuh, dan tegas saat dikenakan.

Waktu Penggunaan

Source: ZALORA Indonesia – Youhave

Perbedaan berikutnya dapat dilihat dari kapan bra tersebut digunakan. Bra biasa umumnya lebih fleksibel untuk menemani aktivitas sehari-hari, misalnya saat bekerja, bepergian, bersantai, atau melakukan kegiatan ringan. Namun, bra biasa pada umumnya tidak dirancang untuk aktivitas dengan intensitas tinggi seperti olahraga.

Saat berlari, melompat, atau melakukan gerakan olahraga lainnya, payudara membutuhkan dukungan yang lebih optimal. Untuk kebutuhan tersebut, sport bra biasanya menjadi pilihan yang lebih sesuai karena memang dirancang untuk memberikan support selama aktivitas fisik.

Source: ZALORA Indonesia – Youhave

Lalu bagaimana dengan push up bra? Push up bra biasanya lebih sering dipilih ketika seseorang ingin mendapatkan siluet tubuh yang lebih terbentuk. Efek mengangkat dan memberikan volume pada bagian dada membuat model ini menarik untuk digunakan bersama pakaian tertentu. Terutama outfit yang membutuhkan tampilan lebih fitted. Misalnya, saat mengenakan dress pesta, gaun dengan neckline rendah, atasan fitted, atau pakaian dengan potongan tertentu. 

Push up bra dapat membantu menciptakan bentuk yang lebih tegas. Sehingga, pakaian bisa terlihat lebih mengikuti bentuk tubuh. Meski begitu, bukan berarti push up bra hanya boleh digunakan untuk acara formal. Model ini tetap bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari selama ukurannya pas dan terasa nyaman. Kuncinya ada pada kebutuhan dan kenyamanan pemakainya.

Baca Juga : Rekomendasi Seamless Bra Ternyaman dan Anti Jiplak by ZALORA

Tingkat Push Up dan Efek Bantalan

Source: ZALORA Indonesia – Youhave

Nah, bagian ini yang sering membuat orang penasaran. Push up bra memiliki tingkat atau level bantalan yang berbeda, sehingga efek yang dihasilkan pun tidak selalu sama. Pada push up bra level 1, bantalan biasanya memberikan efek pengangkatan yang relatif ringan. Payudara terlihat sedikit lebih terangkat dan bagian belahan dada dapat tampak lebih tegas tanpa memberikan perubahan volume yang terlalu dramatis. Model ini cocok untuk ZALORAns yang menginginkan hasil yang lebih natural.

Kemudian ada level 2, yang menawarkan bantalan lebih tebal atau konstruksi yang memberikan efek volume lebih terlihat. Payudara dapat tampak lebih penuh sehingga siluet bagian dada menjadi lebih menonjol. Sementara itu, level 3 memberikan efek push up yang lebih maksimal. Bantalan yang lebih tebal dan konstruksi cup dirancang untuk menciptakan ilusi volume yang lebih besar. Sehingga, bagian dada dapat terlihat jauh lebih penuh dibandingkan ketika menggunakan bra dengan bantalan standar.

Namun, perlu diingat bahwa level push up tidak selalu berarti ukuran payudara benar-benar bertambah. Efek tersebut merupakan hasil dari konstruksi cup dan bantalan yang mengatur posisi serta tampilan payudara. Karena itu, hasil akhirnya bisa berbeda pada setiap orang tergantung bentuk tubuh dan ukuran bra.

Tampilan yang Dihasilkan

Source: ZALORA Indonesia – Trendyol

Selain fungsi, hasil akhir ketika dikenakan juga menjadi pembeda yang cukup jelas. Bra biasa cenderung mempertahankan tampilan payudara yang lebih natural, terutama jika menggunakan model tanpa padding atau dengan bantalan tipis. Sementara itu, push up bra dirancang untuk memberikan efek lebih terangkat, penuh, dan membentuk belahan dada.

Inilah alasan model tersebut sering dipilih ketika seseorang ingin membuat pakaian terlihat lebih fitted atau menonjolkan bagian neckline. Dengan bra biasa, bentuk yang dihasilkan terlihat lebih natural. Dengan push up bra, bagian dada dapat terlihat lebih terangkat sehingga siluet dress pun terlihat berbeda.

Kenyamanan dan Pemilihan Ukuran

Source: ZALORA Indonesia – Marks & Spencer

Terlepas dari jenisnya, ukuran tetap menjadi faktor paling penting. Push up bra dengan bantalan tebal bukan berarti harus terasa sangat ketat. Jika terlalu kecil, tekanan pada payudara justru dapat membuat pemakaian terasa tidak nyaman. Begitu pula dengan bra biasa.

Ukuran cup dan lingkar bawah dada harus sesuai agar bra mampu memberikan support tanpa terasa terlalu longgar ataupun menekan. Untuk penggunaan sehari-hari, pilih model yang terasa nyaman setelah dipakai dalam waktu cukup lama. Sementara untuk acara tertentu, push up bra dapat dipilih berdasarkan bentuk pakaian dan efek yang ingin dicapai.

Nah, itulah beberapa perbedaan push up bra dan bra biasa yang perlu kamu tahu. Jadi ZALORAns sudah tahu kan mau memilih bra jenis apa?

Baca Juga : Daftar Golongan Affordable Luxury Brands

Mau cari berbagai bra wanita model cantik dan berkualitas dengan harga terjangkau? Cek koleksi selengkapnya hanya di ZALORA! Dapatkan promo spesial yang menarik untukmu!

Penulis: Fitrian Nurentama