Mengenal Sejarah Batik Indonesia

Mengenal Sejarah Batik Indonesia

Belanja produk fashion original hingga kecantikan dan terlengkap di ZALORA. Dapatkan diskon hingga penawaran harga murah khusus untukmu! 

Batik bukan sekadar kain bermotif, melainkan warisan budaya yang menyimpan perjalanan panjang sejarah, nilai filosofis, dan identitas bangsa. Setiap goresan canting dan susunan motifnya merekam cerita tentang kehidupan masyarakat Nusantara dari masa ke masa. Dari lingkungan keraton hingga kehidupan rakyat jelata, batik tumbuh dan berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan makna dasarnya. Sejarah batik menjadi bukti bahwa kain tradisional ini menjadi cerminan kebudayaan, kepercayaan, serta kearifan lokal yang terus dijaga dan diwariskan hingga kini.

Tahukah kamu seperti apa sejarah batik Indonesia? Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai sejarah batik berikut ini!

Baca Juga : Model Gamis Batik, Kombinasi Tradisional dan Modern yang Anggun!

Sejarah Batik di Indonesia

Source: ZALORA

Batik berasal dari kata ambatik yang merujuk pada kain dengan ragam titik-titik. Kata tik sendiri bermakna titik atau ujung kecil yang digunakan untuk menghasilkan titik-titik tersebut. Istilah ini menggambarkan proses pembuatan batik yang identik dengan teknik menorehkan malam pada kain dalam bentuk titik dan garis halus. Kata batik juga berakar dari bahasa Jawa, yakni tritik. Istilah batik merupakan gabungan dari dua kata, yaitu amba yang berarti menulis dan titik yang bermakna titik. Dari pengertian ini, batik dapat dimaknai sebagai kegiatan menulis titik-titik atau pola tertentu di atas kain, yang kemudian membentuk motif khas bernilai seni tinggi.

Ditinjau dari sisi sejarah, batik telah dikenal sejak zaman nenek moyang dan diperkirakan mulai berkembang sekitar abad ke-17. Pada masa awal kemunculannya, motif batik didominasi oleh bentuk-bentuk alami seperti binatang dan tumbuhan. Seiring berjalannya waktu, corak batik mengalami perkembangan signifikan. Dengan munculnya motif-motif baru yang terinspirasi dari bentuk awan, ornamen geometris, hingga relief candi yang sarat makna simbolis.

Kerajinan batik di Indonesia telah dikenal sejak era Kerajaan Majapahit. Salah satu bukti kuatnya adalah Arca Bhairawa, karya seni khas Majapahit yang dibuat di wilayah Sumatera sekitar abad ke-14. Setelah itu, kesenian batik semakin berkembang luas di berbagai daerah di Indonesia, terutama setelah akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19. Sementara itu, teknik batik cap baru dikenal secara luas setelah berakhirnya Perang Dunia I, tepatnya sekitar tahun 1920-an.

Sejarah batik di Indonesia juga tidak dapat dilepaskan dari pengaruh Kerajaan Majapahit dan proses penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Berdasarkan berbagai catatan sejarah, pengembangan batik mencapai puncaknya pada masa Kesultanan Mataram, lalu berlanjut pada era Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Dari sinilah lahir beragam gaya dan motif batik yang memiliki ciri khas masing-masing daerah.

Aktivitas membatik tertua di Jawa diketahui berasal dari Ponorogo yang pada masa lampau dikenal dengan nama Wengker. Bahkan sebelum abad ke-7, kerajaan-kerajaan di Jawa Tengah telah mempelajari teknik membatik dari daerah ini. Hal tersebut menjadikan batik Ponorogo memiliki kemiripan corak dengan batik Jawa Tengah. Meskipun batik Ponorogo dikenal dengan penggunaan lilin berwarna hitam pekat yang khas.

Source: ZALORA

Batik Ponorogo juga sering disebut sebagai batik irengan dan erat kaitannya dengan unsur-unsur magis. Kesenian batik dari daerah ini turut dikembangkan oleh kerajaan-kerajaan di Jawa Tengah dan bertahan eksistensinya hingga abad ke-20. Ponorogo bahkan pernah menjadi pusat produksi batik yang sangat maju, dengan hasil produksi melampaui daerah batik besar seperti Jawa Tengah dan Yogyakarta. Tidak hanya itu, upah pembatik di Ponorogo pada masa tersebut tercatat sebagai yang tertinggi di Pulau Jawa. Sehingga daerah ini menjadi surga bagi para pengrajin batik.

Secara umum, seni batik telah dikenal sejak masa Kerajaan Majapahit dan terus mengalami perkembangan dari satu kerajaan ke kerajaan berikutnya. Penyebarannya semakin luas di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Sejak akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19, seiring meningkatnya kebutuhan sandang dan apresiasi masyarakat terhadap kain bermotif.

Dari sisi teknik, batik diperkirakan telah dikenal lebih dari 1.000 tahun lalu. Beberapa ahli meyakini bahwa teknik ini berasal dari peradaban kuno seperti Mesir atau Sumeria. Selanjutnya, teknik batik menyebar ke berbagai wilayah di dunia, termasuk Afrika Barat seperti Nigeria, Kamerun, dan Mali. Serta kawasan Asia seperti Sri Lanka, India, Iran, Bangladesh, Thailand, Malaysia, hingga Indonesia.

Hingga awal abad ke-20, batik yang dihasilkan masih didominasi oleh batik tulis yang dibuat secara manual. Batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I berakhir, sekitar tahun 1920-an. Pada masa lampau, batik merupakan seni menggambar di atas kain yang menjadi bagian dari budaya keluarga kerajaan dan memiliki nilai simbolis tinggi.

Awalnya, kegiatan membatik hanya dilakukan di lingkungan keraton. Batik yang dihasilkan pun terbatas penggunaannya, hanya diperuntukkan bagi raja, keluarga istana, serta para bangsawan dan pejabat kerajaan. Namun, seiring waktu, para pembesar yang tinggal di luar keraton membawa keterampilan membatik ke lingkungan masyarakat. Sehingga muncul berbagai sentra produksi batik di sejumlah daerah.

Lambat laun, kesenian batik mulai ditiru oleh masyarakat luas. Aktivitas membatik kemudian berkembang menjadi pekerjaan yang banyak dilakukan oleh kaum perempuan dan ibu rumah tangga sebagai kegiatan produktif untuk mengisi waktu luang. Dari sinilah batik semakin mengakar sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Dalam proses pembuatannya, batik tradisional menggunakan bahan pewarna alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia. Zat warna diperoleh dari tanaman seperti mengkudu, nila, dan soga. Sementara itu, bahan soda dibuat dari soda abu, dan garamnya berasal dari tanah lumpur. Penggunaan bahan-bahan alami ini menjadi salah satu ciri khas batik tradisional yang mencerminkan kearifan lokal dan hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Baca Juga : 14 Rekomendasi Sarung Batik Khas Nusantara

Batik Sebagai Warisan Dunia

Source: ZALORA

Pengakuan batik sebagai warisan budaya dunia menjadi tonggak penting dalam perjalanan budaya Indonesia. Pada tahun 2009, batik secara resmi ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Penetapan ini dilakukan dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah untuk Warisan Budaya Takbenda yang berlangsung di Abu Dhabi, tepatnya pada 2 Oktober 2009.

Dalam sidang tersebut, batik Indonesia diakui bersama sejumlah unsur budaya lainnya, seperti wayang, keris, noken, dan tari Saman. Seluruhnya masuk dalam daftar Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Ini merupakan daftar warisan budaya takbenda yang dinilai memiliki nilai penting bagi peradaban manusia dan perlu dilestarikan secara global.

Proses pengenalan batik ke dunia internasional sebenarnya telah dimulai jauh sebelumnya. Batik pertama kali diperkenalkan secara luas oleh Presiden Soeharto saat menghadiri konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Langkah ini kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran resmi batik Indonesia sebagai kandidat Intangible Cultural Heritage (ICH) melalui UNESCO pada 4 September 2008 di Jakarta.

Selanjutnya, pada 9 Januari 2009, pengajuan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi diterima secara resmi oleh UNESCO. Puncaknya terjadi pada Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah UNESCO di Abu Dhabi. Dimana batik akhirnya dikukuhkan sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 2 Oktober 2009.

Sebagai bentuk penghormatan dan upaya pelestarian, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2009 yang dikeluarkan pada 17 November 2009. Sejak saat itu, Hari Batik Nasional diperingati setiap tahun pada tanggal 2 Oktober sebagai simbol kebanggaan sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga dan melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa.

Baca Juga : Model Baju Batik Kombinasi Brokat untuk Pesta Pernikahan

Nah, itulah sejarah batik yang perlu kamu ketahui sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Semoga menambah wawasan kamu ya ZALORAns!

Mau cari berbagai kebaya dan baju batik cantik yang berkualitas dengan harga terjangkau? Cek koleksi selengkapnya hanya di ZALORA! Dapatkan promo spesial yang menarik untukmu!

Penulis: Fitrian Nurentama