Belanja produk fashion original hingga kecantikan dan terlengkap di ZALORA. Dapatkan diskon hingga penawaran harga murah khusus untukmu!
Memilih ukuran bra tidak cukup hanya dengan mengetahui lingkar dada. Cup bra juga punya peran penting dalam menentukan seberapa pas bra menopang dan membentuk payudara. Huruf seperti A, B, C, dan D yang tertera pada label bra bukan sekadar penanda ukuran. Melainkan menunjukkan perbedaan antara ukuran payudara dan lingkar bawah dada.
Meski terlihat sederhana, perbedaan satu cup saja dapat memengaruhi kenyamanan dan tampilan bra saat dikenakan. Cup yang terlalu kecil bisa terasa sempit, sementara cup yang terlalu besar dapat menyisakan ruang dan membuat bra kurang pas. Lalu, apa sebenarnya perbedaan cup A, B, C, dan D? Bagaimana cara menentukan ukuran cup bra yang pas untukmu ZALORAns? Yuk, kenali cara membedakannya agar lebih mudah menemukan ukuran bra yang sesuai!
Baca Juga : Rekomendasi Bra Tanpa Tali Terbaik dan Nyaman by ZALORA
Arti Perbedaan Ukuran Bra A, B, C, dan D
Saat membeli bra, biasanya tak akan hanya ada keterangan angka seperti 32, 34, 36 atau 38. Namun biasanya juga disertakan label huruf A, B, C dan D. Artinya semakin besar ukuran cup bra, huruf yang tercantum juga semakin besar atau selanjutnya. Misalnya ukuran 34 B lebih besar dari bra 34 A, begitu pula ukuran 34 D lebih besar dari bra 34 C. Selengkapnya agar ZALORAns lebih mengerti perbedaannya, simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya.
1. Angka pada Ukuran Bra: Ukuran Band

Source: ZALORA Indonesia – Trendyol
Angka pada ukuran bra menunjukkan lingkar bawah dada, yaitu bagian tubuh tepat di bawah payudara tempat band bra berada. Dalam sistem ukuran tertentu, angka ini dapat ditulis sebagai 70, 75, 80, dan seterusnya. Sementara pada sistem ukuran AS/UK, ZALORAns mungkin menemukan angka seperti 32, 34, atau 36. Sebagai contoh, lingkar bawah dada sekitar 73–77 cm umumnya dapat mengarah pada ukuran band 75 dalam sistem tersebut. Namun, standar ukuran dapat berbeda antarbrand, sehingga tabel ukuran dari masing-masing merek tetap perlu diperhatikan.
2. Huruf pada Ukuran Bra: Cup A, B, C, D, dan Seterusnya

Source: ZALORA Indonesia – Marks & Spencer
Huruf pada ukuran bra menunjukkan ukuran cup yang ditentukan berdasarkan selisih antara lingkar dada dan lingkar bawah dada, bukan ukuran payudara secara langsung. Semakin besar selisih antara kedua ukuran tersebut, umumnya semakin besar pula huruf cup yang digunakan. Sebagai gambaran, cup A biasanya memiliki selisih sekitar 10–12 cm, cup B sekitar 13–14 cm, cup C sekitar 15–17 cm, dan cup D sekitar 18–19 cm. Sementara itu, cup E memiliki selisih sekitar 20–22 cm dan cup F sekitar 23–24 cm.
Perlu diingat, rentang tersebut hanya menjadi gambaran umum karena sistem penentuan ukuran bra dapat berbeda antara satu merek dan merek lainnya. Perbedaan standar ukuran juga dapat ditemukan pada sistem ukuran yang digunakan di tiap negara. Oleh karena itu, setelah mengetahui perkiraan ukuran berdasarkan selisih lingkar dada dan lingkar bawah dada. Tetap jadikan size chart dari brand yang dipilih sebagai acuan utama agar ukuran bra yang dikenakan terasa lebih pas dan nyaman.
3. Menggabungkan Angka dan Huruf

Source: ZALORA Indonesia – Marks & Spencer
Setelah mengetahui ukuran band dan cup, keduanya kemudian digabungkan menjadi ukuran bra. Misalnya, lingkar bawah dada berada pada ukuran 75 dan selisih antara lingkar dada dengan lingkar bawah dada sekitar 15 cm. Maka ukuran yang diperoleh dapat mengarah ke 75C. Jadi, saat melihat ukuran seperti 75C, angka 75 menunjukkan ukuran band, sedangkan huruf C menunjukkan ukuran cup. Keduanya bekerja bersama untuk menentukan bagaimana bra akan menempel, menopang, dan mengikuti bentuk tubuh.
Baca Juga : Rekomendasi Merek Bra atau BH yang Bagus by ZALORA
Cara Menentukan Ukuran Bra yang Tepat
Untuk ZALORAns yang masih bingung menentukan ukuran bra yang tepat dan sesuai dengan cup bra. Berikut ini adalah cara menentukan ukuran bra yang bisa ZALORAns lakukan sendiri di rumah. Bagaimana tutorial caranya? Simak di bawah ini ya
1. Ukur Lingkar Bawah Dada

Source: ZALORA Indonesia – Marks & Spencer
Mulailah dengan mengukur bagian bawah payudara menggunakan pita pengukur. Lingkarkan pita tepat di bawah payudara dan pastikan posisinya tetap lurus mengelilingi tubuh. Pita sebaiknya menempel pada kulit tanpa ditarik terlalu kencang agar hasil pengukuran tidak lebih kecil dari ukuran sebenarnya.
Dalam sistem pengukuran tertentu, hasil yang berupa angka genap dapat ditambahkan 4 inci, sedangkan hasil angka ganjil ditambahkan 5 inci untuk mendapatkan ukuran band bra. Sebagai contoh, hasil pengukuran 32 inci dapat menjadi ukuran bra 36 setelah ditambah 4 inci. Sementara hasil pengukuran 33 inci dapat menjadi 38 setelah ditambah 5 inci. Namun, metode ini tidak berlaku secara universal karena setiap sistem dan brand dapat memiliki standar ukuran yang berbeda.
2. Ukur Lingkar Payudara

Source: ZALORA Indonesia – Marks & Spencer
Setelah mendapatkan ukuran lingkar bawah dada, lanjutkan dengan mengukur bagian payudara yang paling penuh. Biasanya, posisi ini berada sejajar dengan area puting. Lingkarkan pita pengukur mengelilingi tubuh secara horizontal dan pastikan pita tidak terlalu longgar atau menekan payudara. Hasil pengukuran ini nantinya digunakan bersama ukuran lingkar bawah dada untuk menentukan cup.
Pengukuran sebaiknya dilakukan dengan posisi tubuh rileks agar hasilnya lebih mendekati ukuran sebenarnya. Setelah mendapatkan angkanya, bandingkan dengan ukuran lingkar bawah dada untuk mengetahui selisih keduanya. Selisih tersebut menjadi salah satu acuan utama dalam menentukan huruf cup bra.
3. Tentukan Ukuran Cup
Ukuran cup ditentukan berdasarkan selisih antara lingkar payudara dan lingkar bawah dada. Secara umum, selisih 0 inci dapat menunjukkan cup AA, selisih 1 inci untuk cup A, 2 inci untuk cup B, 3 inci untuk cup C, 4 inci untuk cup D, dan 5 inci untuk cup DD. Semakin besar selisih antara kedua ukuran tersebut, semakin besar pula ukuran cup yang diperlukan.
Sebagai contoh, apabila lingkar payudara berukuran 33 inci dan lingkar bawah dada 31 inci, terdapat selisih 2 inci. Berdasarkan panduan tersebut, selisih ini dapat digunakan sebagai perkiraan untuk cup B. Meski begitu, hasil tersebut tetap perlu disesuaikan dengan panduan ukuran dari brand karena standar penentuan cup dapat berbeda.
4. Perhatikan Perbedaan Ukuran Setiap Merek
Ukuran bra tidak selalu memiliki standar yang sama pada setiap merek. Bra dengan label ukuran 38B dari satu brand bisa saja memiliki bentuk cup, volume, atau ukuran band yang sedikit berbeda dari bra 38B pada brand lainnya. Perbedaan pola, material, desain, dan sistem ukuran dapat memengaruhi bagaimana bra terasa saat dikenakan.
Karena itu, ukuran bra yang biasa digunakan sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya patokan saat membeli bra baru. Periksa terlebih dahulu size chart yang disediakan oleh brand dan sesuaikan dengan hasil pengukuran tubuh. Bila memungkinkan, mencoba bra sebelum membeli juga dapat membantu memastikan bagian band tidak terlalu ketat. Serta, cup tidak terasa sempit atau longgar dan keseluruhan bra terasa nyaman saat digunakan.
Nah, itulah perbedaan cup bra A, B, C, dan D dan cara menentukan ukuran bra yang tepat untukmu. Semoga ulasan di atas membantu ZALORAns untuk menentukan bra dan cup bra yang tepat untukmu ya.
Baca Juga : Ketahui Perbedaan Push Up Bra dan Bra Biasa by ZALORA
Mau cari berbagai bra wanita terbaik dan nyaman dari material berkualitas dengan harga terjangkau? Cek koleksi selengkapnya hanya di ZALORA! Dapatkan promo spesial yang menarik untukmu!

Penulis: Fitrian Nurentama



