Motif Batik Truntum dan Makna Dibaliknya by ZALORA

Motif Batik Truntum dan Makna Dibaliknya by ZALORA

Belanja produk fashion original hingga kecantikan dan terlengkap di ZALORA. Dapatkan diskon hingga penawaran harga murah khusus untukmu!   

Ada motif batik yang sekilas terlihat sederhana, tetapi ternyata menyimpan cerita dan doa yang begitu dalam. Batik Truntum adalah salah satunya. Motifnya dihiasi pola seperti bunga-bunga kecil atau bentuk menyerupai bintang yang tersusun berulang. Di balik pola tersebut, tersimpan makna tentang cinta, ketulusan, dan hubungan yang terus tumbuh.

Batik Truntum juga memiliki tempat istimewa dalam tradisi masyarakat Jawa. Motif ini tidak hanya dikenakan karena keindahan visualnya, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan prosesi pernikahan adat Jawa. Filosofinya membuat batik truntum sering dipilih untuk menghadirkan doa dan harapan baik bagi pasangan yang akan memulai kehidupan bersama.

Semakin diperhatikan, semakin banyak detail dari motif truntum yang bisa ditemukan. Mulai dari bentuk motif, filosofi di balik namanya, hingga alasan mengapa batik ini begitu erat dengan momen pernikahan. Lantas, seperti apa sebenarnya motif batik truntum dan apa makna yang terkandung di dalamnya?

Yuk, kenali lebih jauh motif dan makna Batik Truntum yang membuatnya begitu istimewa berikut ini!

Baca Juga : Mengenal Sejarah Batik Indonesia

Apa Itu Batik Truntum?

Source: ZALORA Indonesia – Rianty Batik

Batik Truntum merupakan salah satu motif batik tradisional yang mudah dikenali melalui pola-pola kecil yang tersusun memenuhi permukaan kain. Bentuk motifnya kerap menyerupai bintang, bunga, atau taburan titik, kemudian disusun secara berulang dan teratur sehingga menghasilkan tampilan yang harmonis, klasik, dan anggun.

Nama Truntum sering dikaitkan dengan istilah “tumaruntum”, yang memiliki makna tumbuh atau bersemi kembali. Filosofi tersebut kemudian membuat motif Truntum lekat dengan simbol cinta kasih yang kembali tumbuh, kasih sayang yang terus terjaga, serta harapan akan hubungan yang langgeng.

Tidak mengherankan jika Batik Truntum memiliki kedekatan dengan berbagai tradisi yang berkaitan dengan keluarga, pernikahan, dan kesetiaan. Motif ini bukan hanya menarik dari segi visual, tetapi juga menyimpan pesan dan doa yang membuatnya memiliki nilai budaya tersendiri. Karena maknanya yang mendalam, Batik Truntum hingga kini masih sering hadir dalam berbagai momen penting, terutama dalam rangkaian pernikahan adat Jawa.

Makna dan Filosofi dari Batik Truntum

Source: ZALORA Indonesia – Dhievine Batik

Nama Truntum berasal dari kata nuntun yang berarti “menuntun”. Motif ini memiliki filosofi yang erat dengan cinta yang kembali bersemi, kesetiaan, dan kasih sayang yang terus tumbuh. Di balik keindahan motifnya yang menyerupai taburan bintang, terdapat kisah yang menjadi bagian dari perjalanan lahirnya Batik Truntum.

Menurut cerita yang berkembang, motif Truntum mulai dikenal sekitar tahun 1749–1788 M, pada masa pemerintahan Paku Buwono III. Motif ini dikaitkan dengan kisah Ratu Kencono atau Ratu Beruk, sang permaisuri, yang merasa diabaikan oleh suaminya karena perhatian sang raja lebih banyak tertuju kepada selirnya.

Dalam kesendiriannya, sang permaisuri kemudian memilih untuk mendekatkan diri kepada Sang Pemberi Hidup. Pada suatu malam, ketika melihat langit yang cerah dengan taburan bintang, ia mendapatkan inspirasi untuk mengisi waktu dengan membatik. Ia pun menciptakan motif yang terinspirasi dari bentuk bintang-bintang di langit, yang kemudian dikenal sebagai motif Truntum. Seiring waktu, perhatian sang raja kembali tertuju kepada permaisuri. Ia mulai memperhatikan sang permaisuri yang sedang tekun membatik dan tertarik pada kain indah yang dihasilkannya. Dari sinilah kisah Truntum kemudian dikaitkan dengan kembalinya rasa cinta dan kasih sayang yang sempat meredup.

Filosofi Truntum juga berkembang sebagai simbol kesetiaan dan cinta kasih yang terus tumbuh. Karena maknanya tersebut, motif ini memiliki hubungan erat dengan tradisi pernikahan Jawa. Batik Truntum kemudian kerap dikenakan oleh orang tua pengantin dalam upacara pernikahan sebagai bentuk doa dan harapan. Agar kedua mempelai senantiasa mendapatkan cinta kasih yang tumaruntum, tumbuh, bersemi, dan terus menyertai kehidupan rumah tangga mereka.

Baca Juga : Ragam Motif Batik Solo dan Filosofi di Dalamnya

Ciri Khas Motif Batik Truntum

Source: ZALORA Indonesia – Bateeq

Ada beberapa karakter yang dapat menjadi penanda batik truntum. Motifnya berukuran kecil dan tersebar merata, menciptakan pola yang konsisten di seluruh permukaan kain. Bentuknya menyerupai bintang atau bunga yang menjadi salah satu visual paling khas dari motif Truntum. Pola tersebut tersusun secara berulang dan teratur, sehingga menghasilkan ritme visual yang harmonis. Memiliki kesan klasik dan anggun, sekaligus membawa nuansa sakral karena erat dengan tradisi pernikahan Jawa. Motif Batik Truntum mengandung filosofi cinta kasih dan tuntunan, terutama berkaitan dengan doa orang tua kepada anak yang memasuki kehidupan rumah tangga. Batik ini sering digunakan dalam upacara pernikahan adat Jawa, khususnya oleh orang tua pengantin.

Dari sisi fashion, karakter motif yang kecil dan repetitif membuat Batik Truntum cukup mudah dikenakan. Motifnya dapat diaplikasikan pada kain jarik, kebaya, kemeja, dress, hingga berbagai busana formal lainnya. Dengan pemilihan warna dan model pakaian yang tepat, kesan tradisionalnya pun dapat tampil lebih modern.

Ragam Ornamen dalam Motif Batik Truntum

Seiring perkembangan dunia batik, motif Truntum juga mengalami berbagai eksplorasi visual. Motif dasarnya dapat dikembangkan atau dipadukan dengan ornamen bunga, bentuk bintang, garis geometris, maupun unsur dekoratif khas batik Jawa. Perpaduan tersebut membuat tampilan Truntum menjadi lebih beragam tanpa harus menghilangkan karakter utamanya.

Penggunaan ornamen tambahan dapat memberikan kesan yang berbeda pada setiap kain. Truntum dengan pola sederhana cenderung terlihat minimalis, tenang, dan klasik, sedangkan kombinasi dengan ornamen yang lebih detail dapat menghasilkan tampilan yang lebih kaya dan mewah. Pilihan warna juga ikut menentukan karakter akhirnya, misalnya warna-warna tradisional dapat memperkuat nuansa klasik. Sementara kombinasi warna yang lebih modern membuatnya terasa lebih kontemporer.

Meski desainnya terus berkembang mengikuti selera zaman, filosofi utama batik truntum tetap menjadi bagian yang penting. Motif ini masih membawa simbol cinta kasih, kesetiaan, dan harapan baik bagi kehidupan. Justru karena mampu beradaptasi tanpa kehilangan makna, Truntum tetap memiliki tempat dalam fashion dan tradisi hingga sekarang.

Baca Juga : Pesona Motif Batik Tumpal, Ketahui Makna dan Cirinya!

Nah, itulah motif dan makna Batik Truntum yang perlu ZALORAns ketahui agar lebih paham akan budaya Indonesia. Semoga ulasan di atas membantu ZALORAns mengenal motif batik truntum lebih jauh ya.

Mau cari berbagai kebaya dan baju batik cantik yang berkualitas dengan harga terjangkau? Cek koleksi selengkapnya hanya di ZALORA! Dapatkan promo spesial yang menarik untukmu!

Penulis: Fitrian Nurentama